Pendahuluan
Karyasolusi.id – Odoo adalah salah satu platform ERP (Enterprise Resource Planning) open source yang paling populer di dunia. Fleksibilitas, skalabilitas, dan kemudahan kustomisasi membuat Odoo menjadi pilihan tepat bagi bisnis dari berbagai skala. Bagi pemula, mempelajari Odoo mungkin terasa menantang, tetapi dengan panduan Odoo tutorial yang tepat, proses belajar dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Artikel ini akan membahas tutorial Odoo mulai dari pengenalan antarmuka, penggunaan modul-modul penting, hingga tips lanjutan untuk memaksimalkan penggunaannya.

1. Mengenal Odoo ERP
Odoo adalah sistem ERP modular yang mencakup berbagai kebutuhan bisnis seperti penjualan, pembelian, inventaris, akuntansi, SDM, manufaktur, dan lain-lain. Keunggulan Odoo antara lain:
- Open source dan fleksibel.
- Dapat diakses secara cloud atau on-premise.
- Integrasi antar modul yang mulus.
- Dukungan komunitas global.
Dengan memahami konsep dasar ini, pengguna akan lebih mudah mengikuti setiap langkah di tutorial Odoo berikutnya.
2. Persiapan Sebelum Menggunakan Odoo
Sebelum memulai, ada beberapa langkah persiapan yang perlu dilakukan:
- Menentukan versi Odoo – Pilih antara Odoo Community (gratis) atau Odoo Enterprise (berbayar).
- Menentukan metode instalasi – Cloud hosting Odoo, instalasi di server lokal, atau melalui penyedia ERP seperti PT. Karyatama Solusindo.
- Menentukan modul yang dibutuhkan – Hanya pasang modul sesuai kebutuhan awal untuk menghindari kebingungan.
3. Tutorial Odoo: Langkah Dasar
a. Login dan Navigasi
- Buka aplikasi atau URL Odoo Anda.
- Masukkan username dan password yang diberikan.
- Gunakan menu navigasi di dashboard untuk mengakses modul.
b. Instalasi Modul
- Masuk ke menu Apps.
- Cari modul yang dibutuhkan (misalnya Sales, Inventory, atau Accounting).
- Klik Install untuk menambahkannya.
c. Mengatur User & Hak Akses
- Buka Settings → Users & Companies.
- Tambahkan user baru dan atur role mereka, misalnya Administrator, Sales, atau Accountant.
4. Odoo Tutorial: Modul Penting untuk Bisnis
Beberapa modul inti yang wajib dipahami antara lain:
a. Modul Penjualan (Sales)
- Membuat Quotation dan mengonversinya menjadi Sales Order.
- Melacak status penawaran dan pesanan.
- Mengintegrasikan dengan modul Inventory untuk pengiriman barang.
b. Modul Pembelian (Purchase)
- Membuat Purchase Order untuk pemasok.
- Mengatur persetujuan pembelian.
- Mengintegrasikan dengan stok dan akuntansi.
c. Modul Inventory
- Mengatur lokasi gudang.
- Melakukan Stock Adjustment.
- Melacak pergerakan barang secara real-time.
d. Modul Akuntansi (Accounting)
- Mengatur chart of accounts.
- Mencatat transaksi penjualan dan pembelian.
- Mengelola laporan keuangan secara otomatis.
5. Tips Mengoptimalkan Penggunaan Odoo
- Gunakan Filter dan Group By untuk mempermudah pencarian data.
- Manfaatkan Kanban View untuk manajemen tugas.
- Integrasikan Odoo dengan aplikasi pihak ketiga seperti e-commerce atau sistem pajak online.
- Gunakan Automated Actions untuk menghemat waktu pada proses berulang.
6. Kesalahan yang Sering Terjadi dan Cara Menghindarinya
- Menginstal terlalu banyak modul sekaligus – fokus pada modul inti terlebih dahulu.
- Tidak melakukan backup data – pastikan backup rutin agar data aman.
- Tidak melatih tim – semua pengguna perlu pelatihan dasar untuk meminimalkan kesalahan.
7. Belajar Odoo Lebih Cepat
Jika ingin mempelajari Odoo dengan cepat, Anda bisa:
- Mengikuti kursus online atau workshop.
- Memanfaatkan dokumentasi resmi Odoo.
- Bekerja sama dengan konsultan Odoo seperti PT. Karyatama Solusindo yang berpengalaman dalam implementasi ERP.
Kesimpulan
Dengan mengikuti panduan Odoo tutorial ini, Anda dapat memahami cara kerja Odoo dari dasar hingga mahir. Platform ini tidak hanya membantu mengelola bisnis secara efisien, tetapi juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan. Bagi Anda yang serius ingin mengoptimalkan bisnis dengan Odoo, bekerja sama dengan mitra implementasi berpengalaman adalah langkah terbaik.