SIMRS Cendana – Inventory farmasi rumah sakit merupakan salah satu komponen paling krusial dalam operasional layanan kesehatan. Kesalahan pengelolaan stok obat dapat berdampak langsung pada keselamatan pasien, efisiensi biaya, hingga reputasi rumah sakit. Oleh karena itu, sistem inventory farmasi rumah sakit harus dikelola secara terintegrasi, real-time, dan akurat.
Artikel ini membahas berbagai masalah inventory farmasi rumah sakit serta solusi strategis menggunakan SIMRS Cendana berbasis ERP.

Masalah Stok Persediaan Rumah Sakit yang Sering Terjadi
1. Stok Obat Tidak Akurat
Banyak rumah sakit masih menggunakan sistem manual atau semi-digital. Akibatnya, sering terjadi selisih antara stok fisik dan stok sistem. Hal ini menyebabkan:
- Obat kosong saat dibutuhkan
- Overstock yang meningkatkan biaya penyimpanan
- Potensi kerugian finansial
Ketidakakuratan ini umumnya disebabkan oleh pencatatan ganda, human error, dan kurangnya integrasi antar unit.
2. Obat Kedaluwarsa dan Dead Stock
Masalah inventory farmasi rumah sakit lainnya adalah tingginya angka obat kedaluwarsa. Tanpa sistem monitoring FEFO (First Expired First Out), obat yang hampir expired tidak terdeteksi lebih awal.
Dampaknya:
- Kerugian finansial
- Risiko audit dan temuan manajemen
- Pemborosan anggaran pengadaan
3. Tidak Terintegrasi dengan Unit Pelayanan
Farmasi harus terhubung dengan:
- IGD
- Rawat Jalan
- Rawat Inap
- Kamar Operasi
Jika sistem tidak terintegrasi, maka permintaan obat sering terlambat, stok tidak terupdate otomatis, dan laporan menjadi tidak sinkron.
4. Proses Pengadaan Tidak Terkontrol
Tanpa sistem ERP, perencanaan kebutuhan obat (forecasting) menjadi tidak akurat. Rumah sakit sulit menganalisis:
- Fast moving item
- Slow moving item
- Pola penggunaan obat per poli
Akibatnya, pembelian sering berdasarkan perkiraan, bukan data aktual.
5. Sulitnya Audit dan Pelaporan
Audit internal maupun eksternal membutuhkan data:
- Kartu stok
- Batch number
- Expired date
- Margin farmasi
- Laporan stok opname
Tanpa sistem terpusat, proses audit menjadi lama dan berisiko ditemukan ketidaksesuaian data.
Solusi Inventory Rumah Sakit dengan SIMRS Cendana Berbasis ERP
SIMRS Cendana adalah sistem informasi manajemen rumah sakit berbasis ERP yang dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses operasional, termasuk inventory farmasi rumah sakit.
Berbasis teknologi ERP seperti Odoo, sistem ini memberikan solusi terintegrasi dan real-time.
1. Manajemen Stok Real-Time dan Multi Gudang
SIMRS Cendana mendukung:
- Multi warehouse (Gudang Utama, Gudang Farmasi, Depo IGD, dll.)
- Tracking batch dan expired date
- Monitoring stok minimum dan maksimum
- Otomatisasi reorder point
Dengan sistem ini, manajemen dapat melihat posisi stok secara real-time melalui dashboard pusat.
2. Sistem FEFO Otomatis
Sistem akan secara otomatis mengeluarkan obat berdasarkan tanggal kedaluwarsa terdekat. Fitur ini membantu:
- Mengurangi obat expired
- Mengoptimalkan rotasi stok
- Meningkatkan efisiensi pengadaan
Notifikasi early warning juga tersedia untuk obat yang mendekati masa kedaluwarsa.
3. Integrasi dengan Billing dan Rekam Medis
Inventory farmasi rumah sakit terhubung langsung dengan:
- Resep dokter
- EMR (Electronic Medical Record)
- Billing pasien
- Klaim BPJS
Setiap obat yang diresepkan otomatis mengurangi stok di sistem. Tidak ada lagi input manual ganda.
4. Forecasting dan Analisis Data
Dengan pendekatan ERP, SIMRS Cendana menyediakan:
- Laporan fast & slow moving item
- Analisa konsumsi obat per poli
- Perencanaan pembelian berbasis histori
- Analisa margin farmasi
Keputusan pengadaan menjadi berbasis data, bukan asumsi.
5. Audit Trail Lengkap
Setiap transaksi tercatat:
- Siapa yang input
- Kapan transaksi dilakukan
- Perubahan stok sebelum & sesudah
Fitur ini sangat membantu saat audit internal maupun eksternal.
Manfaat Implementasi SIMRS Cendana untuk Farmasi Rumah Sakit
Implementasi SIMRS Cendana berbasis ERP memberikan manfaat nyata:
✅ Penurunan obat kedaluwarsa
✅ Efisiensi biaya pengadaan
✅ Transparansi stok
✅ Pengendalian margin farmasi
✅ Dashboard manajemen terintegrasi
Dengan sistem terpusat, direksi dapat memonitor performa farmasi secara langsung tanpa menunggu laporan manual.
Kesimpulan
Masalah inventory farmasi rumah sakit tidak hanya berdampak pada keuangan, tetapi juga pada kualitas pelayanan pasien. Sistem manual sudah tidak relevan untuk rumah sakit modern.
Solusi terbaik adalah menggunakan sistem terintegrasi seperti SIMRS Cendana berbasis ERP. Dengan teknologi ERP dan integrasi menyeluruh, pengelolaan persediaan stok farmasi rumah sakit menjadi lebih akurat, efisien, dan transparan.
Jika rumah sakit Anda ingin meningkatkan kontrol stok, mengurangi obat kedaluwarsa, dan mengoptimalkan margin farmasi, maka implementasi SIMRS Cendana adalah langkah strategis menuju digitalisasi rumah sakit yang berkelanjutan.









